Schumpeter dalam teorinya
menitikberatkan pada pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan suatu
pertumbuhan ekonomi. Dalam teori itu juga ditunjukan bahwa para pengusaha
merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat suatu pembaharuan atau
inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi itu biasanya merupakan: memproduksi
produk-produk baru yang belum ada di pasar saat ini, mempertinggi efisiensi
produksi dalam menghasilkan suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke
pasaran-pasaran yang benar-benar baru, mengembangkan sumber bahan baku atau
bahan mentah yang baru dan juga mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi
dengan tujuan untuk mempertinggi keefisienan kegiatan perusahaan. Schumpeter
juga membedakan investasi kepada dua golongan, yaitu penanaman modal otonomi
dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal
yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang muncul sebagai akibat kegiatan
inovasi. Menurut Schumpeter jika semakin tinggi tingkat kemajuan sesuatu
ekonomi maka semakin terbatas pula kemungkinan untuk mengadakan suatu inovasi.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan berjalan lambat. Hingga akan tercipta
keadaan tidak berkembang (stationary/state). Akan tetapi, berbeda dengan
pandangan klasik, dalam pandangan Schumpeter keadaan tidak berkembang itu
dicapai pada tingkat pertumbuhan yang tinggi.
Referensi : http://worldnewsnew.blogspot.com/2009/01/teori-pertumbuhan-schumpeter.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar