Minggu, 06 Oktober 2013

Tugas 1 Pengantar Bisnis

KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauaan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.
Dan untuk menjadi seorang wiraswasta kita harus memiliki kemampuan untuk:
* berdiri diatas kekuatan sendiri
* memiliki semangat bersaing
* mengambil keputusan untuk diri sendiri
* berani mengambil resiko
* menggerekan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan
* tegas dan tingkat energi tinggi
* menetapkan tujuan atas dasar pertimbangan sendiri
Ada empat unsur dalam berwiraswasta, yaitu unsur pengetahuan, unsur keterampilan, unsur sikap mental , dan unsur kewaspadaan.
Keuntungan berwiraswasta, yaitu kita menjadi lebih bertanggung jawab, melatih ketajaman intuisi bisnis,kemungkinan untuk mengatur tingkat keuntungan yang diharapkan semakin besar, dan melatih wewenang, dan didalam berwiraswasta kita juga harus mengetahui kerugian- kerugiannya, yaitu kita harus bertanggung jawab terhadap kelangsungan perusahaan, menjaga hubungan baik antar relasi, menanggung beban kerugian perusahaan, dan pencurahaan waktu kerja.
Didalam kewiraswastaan kita harus mengetahui  lingkungan perusahaannya , secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya hak milik, yaitu membeli perusahaan yang telah dibangun, memulai perusahaan baru, membeli hak lisensi atau biasa disebut Franchising atau waralaba.
Perkembangan franchising di Indonesia saay ini dan dimasa mendatang memiliki prospek dan kemajuan yang semakin pesat karena dapat memberi manfaat bagi franchisor dan franchisee (pelaku franchising) maupun bagi konsumen, dan pertama kali berkembang pada tahun 1970 an dengan berdirinya KFC.
Peningkatan jumlah usaha waralaba dengan lisensi asing di Indonesia dengan tingkat sukses mencapai 90% sehingga dapat memberikan manfaat yang positif, seperti mempercepat alih teknologi, memperbesar peluang usaha, perolehaan laba yang lebih besar daripada perusahaan dagang biasa, dan juga memperbesar kesempatan kerja. Usaha ini mendorong berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional, menambah kreatifitas dalam penembangan berusaha. Bidang usaha yang dapat diwaralabakan antara lain, restoran, makanan siap saji dan eceran, hotel, property, salon dan lainnya.
Adapun kiat – kiat memilih usaha waralaba, seperti produk yang dijual harus disukai semua orang, merek dagang produk harus sudah dikenal paling sedikit lima negara, harus standar dalam aspek pemilihan karyawan, produk manajemen, tata ruang,letak, pola arus kerja, periklanan dan produk.
Di dalam berwiraswasta bisa dibagi dalam dua, yaitu perusahaan kecil dan perusahaan besar. Perusahaan kecil  umumnya dikelola oleh pemiliknya, struktur organisasi sederhana, hubungan karyawan dengan pemiliknya dekat, persentasi kegagalan tinggi, kurangnya tenaga manajjer yang andal, sulit memperoleh modal jangka panjang. Perusahaan besar biasanya dikelola bukan oleh pemiliknya, struktur organisasinya kompleks, pemiliknya hanya mengenal sedikit karyawan, persentase kegagalan perusahaan rendah, banyak manajemen handal, modal jangka panjang biasanya relatif mudah diperoleh.
Perbedaan wiraswasta dengan perusahaan kecil:
Wiraswasta ialah orang yang mendobrak system ekonomi yg ada dengan memperkenalkan barang dan jasa baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baru
Perusahaan kecil adalah perusahaan yang jumlah karyawannya / tenaga kerja berjumlah 5-19 orang.Contohnya seperti perusahaan persawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll.

Menurut Stoner (1995) ada empat keunggulan yang dimilik Sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi
·       Meningkatkan produktivitas
·       Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru
·       Menciptakan perubahan dan kompetisi pada pasar kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi
Menurut Burch (1986) dampak sosio ekonomis dari adanya wirausaha yaitu:
·       Menciptakan lapangan kerja
·       Meningkatkan kualitas hidup
·       Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional
·       Meningkatkan kesejahteraan pemerintahan melalui program pemerintahan, seperti : pajak

Pengertian umum dari Usaha Kecil adalah suatu bentuk usaha yang tidak tergantung kepada pemilik dan manajemennya, ia tidak menjadi bagian dari bisnis lainnya sehingga tidak mendominasi pasar di mana ia berada.
Perusahaan kecil juga dapat diartikan sebagai berikut :
Perusahaan kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil, dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang-undang.Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil adalah kegiatan ekonomi yang dimiliki dan menghidupi sebagian besar rakyat.Pengertian perusahaan kecil di sini mencakup usaha kecil informal dan usaha kecil tradisional.
Usaha kecil informal merupakan usaha yang belum terdaftar, belum tercatat, dan belum berbadan hukum. Pengusaha kecil yang termasuk dalam kelompok ini antara lain petani penggarap, pedagang kaki lima, dan pemulung. Sedangkan yang dimaksud dengan usaha kecil tradisional adalah usaha yang menggunakan alat produksi sederhana yang telah digunakan secara turun temurun, dan/atau berkaitan dengan seni dan budaya.

Ciri-ciri perusahaan kecil sebagai berikut :
  • MANAJEMEN BERDIRI SENDIRI
  • MODAL DISEDIAKAN OLEH SEORANG PEMILIK ATAU SEKELOMPOK KECIL
  • DAERAH OPERASINYA LOKAL
  • UKURAN DALAM KESELURUHAN RELATIF KECIL

Selain itu perusahaan kecil juga memeliki kelebihan dan kekurangannya , adalah sebagai berikut :
Kelebihannya :
  • KEBEBASAN UNTUK BERTINDAK
  • MENYESUAIKAN KEPADA KEBUTUHAN SETEMPAT
  • PERAN SERTA DALAM MELAKUKAN USAHA/TINDAKAN
Kekurangannya :
  • RELATIF LEMAH DALAM SPESIALISASI
  • MODAL DALAM PENGEMBANGAN TERBATAS
  • KARYAWAN RELATIF SULIT UNTUK MENDAPAT YANG CAKAP

Perusahaan Kecil dalam Perusahaan :

       Perusahaan kecil memegang peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta.Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya.Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dala kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.  
Perkembangan Perusahaan Kecil Di Indonesia

Perusahaan kecil dapat mengembangkan usahanya dengan cara-cara sebagai berikut:
  • Gunakan media promosi yang tepat,
  • Mencari tahu mengenai kemajuan teknologi,
  • Meningkatkan mutu sumber daya manusianya.
  • Pintar dalam memilih bahan baku yang kualitas bagus namun biayanya masih terjangkau,
  • Melakukan survey secara berkala agar mengetahui selera konsumen yang selalu berubah-ubah.

Kadang perusahaan kecil selalu berjalan sendiri layaknya tidak membutuhkan bantuan pemerintah padahal peran pemerintah sangatlah penting. Itulah mengapa perusahaan kecil kadang tak bertahan lama karena mereka kurang informasi mengenai dunia luarnya dan media promosi usahanya juga tidak tepat sebab-sebab itulah mengapa perusahaan kecil selalu mengalami kegagalan

Kontribusi Usaha Kecil-Menengah
 Usaha Kecil di AS telah menyerap 58% tenaga kerja. Usaha Kecil yang jumlahnya mencapai 18,6 jutaunit telah menyumbang 40% GDP AS.
Usaha Kecil di Indonesia telah menyerap 99,4% tenaga kerja. Pada tahun 2000 jumlahnya telah mencapai 39 juta unit telah menyumbang 56,7% GDP Indonesia.
Kontribusi Usaha Kecil-Menengah
Beberapa alasan mengapa Usaha Kecil mempunyai pengaruh signifikan terhadap perekonomian di beberapa negara yaitu :
·       Pencipta lapangan pekerjaan
·       Inovatif
·       Sangat penting bagi perusahaan besar.
·       Sektor-sektor Usaha Kecil
Ada lima jenis Usaha Kecil yang bisa kita masuki yaitu :
·       Bisnis Jasa
·       Bisnis Eceran
·       Bisnis Distribusi
·       Agribisnis/Pertanian
·       Bisnis Manufaktur
Keberhasilan dan Kegagalan Usaha Kecil :
Hal-hal yang mempengaruhi Kegagalan Usaha Kecil yaitu :
·       Banyak perusahaan kecil yang dikelola oleh manajer yang kurang mampu dan kurang berpengalaman
·       Kurangnya dukungan dari pihak yang berhubungan
·       Masih lemahnya sistem kontrol/pengawasan
·       Kurangnya modal untuk menjalankan usahanya
·       Keberhasilan dan Kegagalan Usaha Kecil
Hal-hal yang mempengaruhi Keberhasilan Usaha Kecil yaitu :
Biasanya wirausaha-wirausaha kecil adalah tipe orang-orang yang :
·       Ulet dan pekerja keras
·       Mempunyai tujuan dan dedikasi yang tinggi
·       Mempunyai komitmen untuk mencapai tujuan
·       Dukungan faktor eksternal , berupa peningkatan permintaan akan barang dan jasa
Jenis-jenis Inkubator Bisnis :
Berdasarkan tujuan, sifat dan tempatnya yaitu :
·       Inkubator teknologi
·       Inkubator bisnis
·       Inkubator within-wall
·       Inkubator without-wall
·       Inkubator non profit
·       Inkubator profit
·       Inkubator hibrid (semi profit)
Peran yang diharapkan Usaha Kecil terhadap Inkubator :
·       Menambah wawasan
·       Kemungkinan mendapatkan bantuan modal
·       Pembinaan manajemen dan teknologi
·       Meningkatkan pemasaran
·       Menciptakan hubungan bisnis dengan sesama tenant
·       Relasi dengan pengusaha besar
·       Meningkatkan kepercayaan diri
·       Menumbuhkan wirausaha baru
·       Menumbuhkan industri dengan basis potensi yang ada di masing-masing daerah
·       Pemerkuatan usaha









Tidak ada komentar:

Posting Komentar